dimulai dari apa yang akan anda lakukan jika anda menghadapi suatu krisis di perusahaan? Lari!
Sembunyi? pura pura gak terjadi apa apa..?
TIDA BISSAA OHHH TIDA BISSAAA.... begitu kata Sule OVJ
Kita tidak bisa lari dari krisis. intinya krisis itu masalah, entah itu krisis di perusahaan ato di kehidupan kita. bahsa kerennya.. You can run, but you cant hide... sejauh jauh kita berlari, akhirnya hanya berhadapan dengan satu pilihan, HADAPI. entah kita memilih lari dulu sampe gak kuat baru menyerah dan menghadapinya, atau kita memilih menyiapkan diri dar awal.
maka tidak punya pilihan lain selain mengelolanya secara cerdas sehingga tidak semakin membawa kerugian yang lebih jauh bagi perusahaan dong....
gini ya....
Krisis memiliki empat karakteristik. Seeger, Sellnow dan Ulmer menjelaskan bahwa crisis adalah "specific, unexpected, dan event -event tidak rutin atau serial event yang menciptakan ketidakpastian yang tinggi (high levels of uncertainty) dan ancaman (threat) atau ancaman yang dipandang sebagai tujuan dengan prioritas tinggi dalam suatu orgainisasi.
Tiga karakter utama dari krisis adalah bahwa event itu adalah
1. tidak diharapkan (unexpected) seperti kejutan,
2. menciptakan ketidakpastian, dan
3. tampak sebagai mengancam tujuan-tujuan penting.
Venette berpendapat, "crisis adalah suatu proses transformasi dimana sistem lama tidak dapat lagi dikelola." Karena itu definisi keempat secara lebih kualitatif adalah kebutuhan untuk berubah (the need for change). Jika perubahan tidak dibutuhkan, even dapat secara akurat didiskripsikan sebagai kegagalan.
Nah terus bagaimana mengelola suatu krisis? Ya balik lagi tadi di awal, ujung ujungnya juga tidak ada pilihan lain, lakukan analisis secara cepat dan cermat. Kecermatan dan kecepatan diperlukan sebelum krisis menjadi melebar. Melakukan riset dengan cepat dan seksama adalah kunci keberhasilan dalam menghadapi krisis.
kenapa harus cepat dan cermat. kalo cuma cepet tapi gak cermat, salah salah kasi informasi malah keliatan sekedar membela diri... kalo cermat tapi lambat, malah kesannya kayak kelamaan menyusun strategi konspirasi hahahah
yang bener emang cepat dan cermat, seperti yang saya dapetin dari kuliah saya, salah satu prinsip PR dalam berkomunikasi saat krisis adalah, tell the truth ( about how,when and where you say it, tergantung banyak faktor juga...) and tell it fast.
Satu hal yang harus diperhatikan dalam mengelola krisis adalah reputasi. Inilah faktor yang menjadi tujuan dalam pemecahan krisis. Dengan reputasi yang baik, anda akan mendapatkan dukungan baik secara internal maupun eksternal perusahaan.
No comments:
Post a Comment
Sebelumnya terimakasih atas komentar dan pendapat, nasehat kritik positif yang membangun, selain berbagi ilmu, saya ingin membangun relasi yang luas.